Suratal-Qaari’ah Surat al-Qaari’ah adalah surat ke 101 dalam al-Qur’an. Surat ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surat-surat makiyyah (surat yang diturunkan di Makkah) diturunkan sesudah surat al-Quraisy. Nama al-Qaari’ah diambil dari kata al-Qaari’ah yang terdapat pada ayat pertama, artinya hari kiamat.
Dalam Al Quran, surat Al Araf berada di urutan ke-7 dengan 206 ayat dan digolongkan sebagai surat Makkiyah. Surat ini diturunkan sebelum Al Anam dan sesudah surat dalam buku Tafsir Al-Quranul Majid An-Nur oleh Teungku Muhammad Hasbi, isi kandungan surat Al Araf fokus pada dasar-dasar dakwah Islam, yaitu, tauhid, menetapkan adanya hari kebangkitan, dan bukti kekuasaan satu ayat yang membahas hal tersebut adalah ayat 180, yang berbunyiوَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۖArtinya Dan Allah memiliki Asma'ul-husna nama-nama yang terbaik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma'ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka ini mengandung banyak hikmah dan amanat yang bisa dipetik. Maka dari itu umat Muslim ada baiknya memahami kandungan surat Al Araf ayat 180 serta asbabun Surat Al Araf Ayat 180Berdasarkan situs resmi Kementerian Agama RI, surat Al Araf ayat 180 mengingatkan umat Muslim agar tidak mengabaikan tanda-tanda keesaan Allah dan selalu memanggil-Nya dengan nama-nama-Nya yang Allah yang memiliki asma yang menunjukan keagungan dan kesempurnaan-Nya. Jadi, sudah sepatutnya umat Muslim berdoa kepada-Nya dengan menyebutkan Asmaul Husna. Selain itu, umat Muslim juga harus meneladani nama-nama Allah agar dapat menjadi individu yang lebih Muslim juga harus waspada terhadap orang-orang musyrik yang menyimpang dari kebenaran Asmaul Husna. Jangan membalas orang-orang yang menyebut nama-nama yang tidak sesuai dengan sifat Allah atau menyebut-Nya dengan tujuan untuk menodai nama mereka yang menafsirkan nama-nama Allah dengan sifat makhluk ciptaan-Nya. Atau sebagaimana mereka mengubah-ubah nama Allah agar sama dengan makhluk yang mengabaikan keesaan Allah dan tidak mengingat-Nya akan terjerumus dalam neraka. Mereka akan mendapat balasan di dunia akhirat akibat perbuatan dan ucapan mereka orang yang tidak menyimpang dari jalan kebaikan dan selalu mengingat Allah akan menjadi penghuni Nuzul Surat Al Araf Ayat 180Mengutip dari buku Asbabun Nuzul Sebab-Sebab Turunya Ayat Al-Qur’an oleh Imam As Suyuthi, ayat ini turun untuk seorang laki-laki Muslim yang sedang berdoa dalam shalatnya “Ya Rahman, Ya Rahim”.Lalu, orang-orang musyrik datang dan berkata, “Muhammad dan para sahabatnya menyatakan bahwa mereka hanya menyembah satu tuhan, lalu bagaimana dengan perkataan pemuda itu yang menyebut dua Tuhan?”Kemudian surat Al Araf ayat 180 diturunkan untuk membantah pertanyaan orang musyrik tersebut dengan menegaskan Asmaul Husna adalah mutlak milik Allah SWT dan bukan milik selain daripada-Nya. Sebagaimana disebutkan oleh laki-laki Muslim tersebut dua nama baik Allah yakni Ar Rahman yang artinya Yang Maha Pengasih dan Ar Rahim yang artinya Yang Maha Penyayang. Disamping prinsip kekhalifahan yang disebutkan di atas, masih ada lagi prinsip taskhir, yang berarti penundukan. Namun dapat juga berarti "perendahan". Firman Allah yang menggunakan akar kata itu dalam Al-Quran surat Al-Hujurat ayat 11 adalah Janganlah ada satu kaum yang merendahkan kaum yang lain. (QS. Al-Hujurat ayat 11)
Bisa menjadi doa yang baik untuk anak ilustrasi bayi Memberikan nama kepada anak adalah hal krusial yang harus dilakukan oleh orangtua. Memberi nama pada anak pun gak boleh sembarangan. Nama biasanya akan menjadi doa untuk pertumbuhan dan perkembangan sang anak. Bukan hanya bagus, kita juga perlu memberikan nama yang sarat akan maknanya juga harus yang bisa menjadi doa baik. Bagi umat Muslim, nama anak bisa didapatkan dari Al-Qur'an karena arti atau maknanya sudah pasti akan baik. Ini dia deretan inspirasi nama bayi perempuan yang ada dalam Al-Qur' Nama bayi dalam Al-Qur'an bermakna 'cantik'ilustrasi bayi Zahira muncul di Al-Ahzab ayat ke-52. Artinya adalah 'anak perempuan yang berwajah cantik'. Anisa nama Anisa banyak muncul di Al-Qur'an, khususnya dalam surat An-Nisa. Dalam bahasa Arab, Anisa artinya adalah perempuan. Namun, bisa diartikan juga sebagai 'cantik'. Hafsa nama ini muncul di surat At-Tahrim ayat 3. Secara singkat, Hafsa memiliki arti 'cantik'. Sonia Sonia berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti 'sangat indah' atau 'cantik'. Laiba Laiba memiliki arti 'kecantikan' dan 'keindahan'. Ghadah nama Ghadah memiliki makna 'perempuan yang cantik'. Rahma Rahma merupakan nama yang sering disebutkan dalam Al-Qur'an. Rahma memiliki arti rahmat, kasih sayang, dan karunia. Rahma juga punya arti 'cantik', namun lebih merujuk ke cantik dari dalam atau hati. Sofia kata 'Sofia' juga sering kali disebutkan dalam Al-Qur'an. Nama ini memiliki makna cantik, bijaksana, dan cerdas. Asma menurut bahasa Arab, asma yang berasal dari assumu artinya adalah 'ketinggian' atau 'derajat tertinggi'. Nama Asma biasanya muncul dalam kata Asmaul Husna di Al-Qur'an. Ada beberapa ayat yang kerap menyebutkan nama ini, mulai dari Al-A'raf Ayat 180 hingga Az-Zariyat Ayat 58. Asma juga bisa memiliki arti 'cantik'. Atiqa dalam bahasa Arab, Atiqa memiliki arti 'cantik, dermawan, dan menyenangkan'. 2. Rangkaian nama bayi perempuan dalam Al-Qur'anilustrasi bayi Labiqa Kabsya Abidah rangkaian nama Labiqa Kabsya Abidah juga ada dalam rujukan Al-Qur'an. Labiqa memiliki arti pandai. Kabsya artinya adalah 'gadis kecil' dan 'kuat'. Sedangkan Abidah adalah taat dan tekun. Jika digabungkan, artinya bisa menjadi 'pemimpin yang berani dan pekerja keras'. Malika Nufa Aziza rangkaian nama berikutnya yang sesuai Al-Qur'an adalah Malika Nufa Aziza. Di bahasa Arab, Malika memiliki arti Ratu. Nufa artinya adalah 'orang yang berbakat' atau 'gigih'. Ada juga Aziza yang maknanya 'bangsawan' atau 'mulia', diambil dari Asmaul Husna. Kalau digabungkan, maknanya adalah 'ratu yang mulia dan rupawan'. Zahwa Qarira Nazhira dalam bahasa Arab, Zahwa artinya adalah 'bunga' atau 'keindahan'. Qarira maknanya yaitu 'perempuan' atau 'perempuan dengan kelapangan hati.' Sedangkan Nazhira adalah 'menjadi pusat perhatian'. Rangkaian nama ini artinya adalah perempuan yang dianugerahi kebahagiaan dan menjadi pusat perhatian. Watsiqa Mazna menurut bahasa Islami, Watsiqa bermakna 'karismatik'. Mazna artinya adalah 'air yang membawa kesejukan'. Jika digabungkan, artinya adalah 'perempuan yang bersinar dan sukses'. Rana Aqila Humaira menurut bahasa Arab, Rana artinya 'dapat diandalkan. Aqila memiliki makna 'bijaksana, pandai'. Ada juga Humaira yaitu 'jelita' dan 'tangguh'. Deretan nama tersebut bisa mendefinisikan 'perempuan cantik dan cerdas'. Qamira Nur Syifa dalam bahasa Arab, Qamira mempunyai makna 'terang bulan' atau 'bercahaya seperti bulan'. Kata Nur sering juga disebutkan dalam Al-Qur'an dengan makna 'cahaya'. Sedangkan Syifa, biasanya ditulis Asy-Syifa dalam Al-Qur'an yang berarti 'penyembuh'. Arti rangkaian nama itu yakni 'perempuan dengan hati bersih, penuh cahaya, dan penyembuhan. Qafiya Nurul Jannah di bahasa Islami, Qafiya bermakna 'pembicara yang baik'. Nurul biasanya ditulis 'Nur' dalam Al-Qur'an yang berarti 'cahaya'. Jannah juga banyak disebutkan dalam Al-Qur'an, misalnya dalam surat Maryam ayat 61, artinya 'surga'. Rangkaian nama ini bermakna 'perempuan yang pandai menghormati dan ahli surga'. Numa Rayna Kamaliya dalam Islam, Numa mempunyai makna 'indah' dan 'menyenangkan'. Lalu, Rayna artinya yakni 'bersih' dan 'murni'. Sedangkan Kamaliya berarti 'kesempurnaan'. Jika digabungkan, maknanya menjadi 'pemimpin dengan kecantikan yang sempurna'. Mahreen Shafana Almahyra menurut bahasa Islami, Mahreen bermakna 'cantik' atau 'terang seperti matahari'. Shafana artinya yakni 'jujur' dan 'saleh'. Almahyra dalam bahasa Arab berarti 'baik' dan 'cerdas'. Deretan nama ini maknanya adalah 'perempuan cerdas yang menghiasi hidupnya dengan kejujuran'. Hana Dalilatul Inayah menurut bahasa Arab, Hana bisa bermakna 'kebahagiaan' dan 'kesenangan'. Dalilatul yakni 'jalan yang terang' dan Inayah adalah 'perlindungan'. Hana Dalilatul Inayah artinya 'perempuan yang mudah mendapatkan rezeki dari Allah'. 3. Nama bayi perempuan dalam Al-Qur'an yang berisi doa baikilustrasi bayi Mubsira nama ini terkandung dalam surat An-Naml ayat 13. Arti Mubsira dalam bahasa Arab adalah 'kecerdasan'. Kamila Kamila merupakan nama bayi perempuan yang ada dalam surat Al-Baqarah ayat 196. Dalam bahasa Arab, nama ini artinya adalah 'sempurna'. Khalisa Khalisa muncul dalam Al-A'raf ayat 32. Nama Khalisa artinya adalah 'suci dan bersih dari dosa'. Maisara nama Maisara ada dalam Al-Baqarah ayat 280 dan memiliki arti 'orang yang diberi kemudahan serta kesabaran dalam menjalankan kehidupan'. Ilmi nama Ilmi muncul dalam Al-Baqarah ayat 47, maknanya adalah 'ilmu pengetahuan'. Nama ini bisa merupakan doa agar anak menjadi sosok yang berilmu dan berpengetahuan. Faiqah dalam bahasa Islami, Faiqah maknanya adalah 'perempuan yang memiliki kedudukan tinggi'. Abidah nama Abidah artinya yaitu 'orang yang suka beribadah'. Abidah juga bisa bermakna 'orang yang beradab dan taat kepada Allah'. Mawaddah nama ini terkandung dalam surat An-Nisa ayat 73. Hamka mengartikan Mawaddah sebagai 'kasih sayang'. Nama ini bisa diartikan juga sebagai 'perempuan yang penuh kasih sayang dan kepedulian'. Rania nama Rania terkandung dalam Al-Tatfif ayat 14. Rania memiliki arti 'kemenangan dan kesuksesan'. Aiza Aiza merupakan nama bayi yang muncul di surat Al-Maidah ayat 54. Artinya adalah 'perkasa, dihormati, dan serta mulia'. Baca Juga 50 Nama Bayi Perempuan yang Disukai Allah SWT, Maknanya Berkah! 4. Pilihan nama bayi perempuan yang unikIlustrasi bayi perempuan j-carter-53083 Nuha diambil dari surat Thaha ayat 54 dan 128, artinya adalah 'kecerdasan serta kemampuan untuk berpikir'. Ayesha nama ini merupakan turunan dari aasya atau Aisyah. Artinya adalah 'jiwa dan semangat'. Khawla dalam bahasa Islami, nama Khawla artinya adalah rusa betina. Diharapkan, sang anak bisa menjadi cerdik, energik, dan pintar. Qanita nama Qanita diambil dari Al-Ahzab ayat 35. Artinya adalah 'taat' atau 'orang yang saleh'. Afida Afida merupakan nama yang muncul dalam An-Nahl ayat 78. Afida memiliki makna 'hati nurani yang baik'. Ruwa dalam bahasa Islami, nama Ruwa memiliki arti 'perempuan yang indah penampilannya'. Hilya terkandung dalam An-Nahl ayat 14. Nama ini memiliki makna 'perhiasan'. Mafaza dalam surat Ali Imran ayat 188 dan Az-Zumar ayat 61, nama ini memiliki arti 'kesuksesan besar'. Marzia Marzia tertulis dalam Al-Fajr ayat 28. Nama Marzia memiliki makna 'dia yang diridai Allah'. Habibah dalam bahasa Islami, Habiba artinya adalah 'anak perempuan yang dicintai'. 5. Kombinasi nama bayi perempuan, maknanya dalamilustrasi bayi perempuan georgia-maciel-1033378 Sarah Laila Salwa Sarah terkandung dalam surat Hud ayat 71-73 dengan arti 'pembawa kebahagiaan'. Laila ada dalam Ad-Dukhan ayat 3 yang artinya 'malam hari'. Salwa tercantum dalam Thaha ayat 80, artinya 'pembawa kebahagiaan'. Jika disatukan, artinya adalah 'perempuan pembawa kebahagiaan yang lahir pada malam hari'. Nazra Afifa Sabira Nazra terkandung dalam Al- Insan ayat 11 dengan arti bahagia dan kegembiraan hati. Afifa ada di An-Nahl ayat 78 dengan arti 'hati nurani'. Sabira di surat Al-Anfal ayat 66 dengan arti 'kesabaran'. Jika digabungkan, maknanya bisa menjadi 'anak perempuan dengan hati nurani penuh kesabaran dan kebahagiaan'. Aisyah Zainab nama Aisyah ada di An-Nur ayat 11-20 dengan arti 'hidup yang sehat'. Sedangkan Zainab ada di Al-Ahzab ayat 37, artinya 'baik'. Rangkaian ini memiliki arti 'anak perempuan yang baik dan selalu dilimpahkan kesehatan'. Ruhama Zahra Jannah Ruhama ditulis dalam Al-Fath yang artinya 'pemberi kasih sayang'. Zahra ada dalam Thaha ayat 131 dengan makna 'cantik bersih dan cemerlang'. Sedangkan Jannah terkandung di Ar-Ra'd ayat 35 dengan arti 'surga'. Kombinasi nama ini memiliki arti 'perempuan yang menawan, selalu memberikan kasih sayang, dan kelak akan mendapatkan surga'. Qalbu Rafifah dalam Al-Qur'an, Qalbu memiliki makna 'suatu anugerah dari Allah'. Sedangkan Rafifah adalah 'menyenangkan dan kemewahan'. Jika dikombinasikan, artinya adalah 'anugerah dari Allah yang menyenangkan'. Ghina Qadira Nabiha dalam bahasa Islami, Ghina artinya adalah kekayaan. Qadira maknanya 'kekuatan'. Nabiha adalah 'murah hati'. Ghina Qadira Nabiha artinya 'perempuan yang akan menjadi sosok murah hati'. Bilqis Aghnia Bilqis diambil dari An-Naml ayat 41-42, artinya adalah 'cantik'. Aghnia tertulis dalam Al-Baqarah ayat 273 dengan makna 'bersih dan suci'. Kombinasi nama ini menghasilkan arti 'perempuan yang cantik dan bersih'. Tsani Namiera Yanisha di bahasa Islami, Tsani bermakna 'perempuan yang selalu disanjung'. Namiera adalah 'berani' dan Yanisha yaitu 'harapan tinggi'. Jika disambungkan, maka memiliki arti 'anak perempuan yang selalu disanjung dan dapat menjadi harapan orangtua'. Alesha Adzkiya nama Alesha dalam Al-Qur'an artinya yakni 'selalu dilindungi Allah'. Adzkiya adalah 'perempuan saleh yang cerdas'. Kedua nama ini artinya adalah 'perempuan saleh dan cerdas yang selalu dalam lindungan Allah'. Ghalia Qulaibah dalam bahasa Arab, Ghalia memiliki arti 'berharga'. Sedangkan Qulaibah adalah 'kebaikan dari mata hati suci'. Rangkaian ini memiliki makna 'perempuan yang dihormati karena memiliki mata hati suci'. Itulah beberapa inspirasi nama bayi yang ada dalam Al-Qur'an. Kamu bisa menggunakan nama itu sesuai dengan arti nama bayi yang diinginkan. Semoga namanya bisa menjadi doa terbaik untuk anakmu kelak, ya! Baca Juga 50 Nama Bayi Laki-Laki Bahasa Inggris dan Artinya, Keren! Berita Terkini Lainnya
Dan(ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atas kalian, ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antara kalian." (Al-Maidah: 20) Yakni setiap nabi meninggal dunia, maka bangkitlah di antara kalian nabi lainnya, sejak zaman kakek moyang kalian Nabi Ibrahim sampai masa-masa sesudahnya.
Ayat 171۞ وَإِذْ نَتَقْنَا ٱلْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُۥ ظُلَّةٌ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُۥ وَاقِعٌۢ بِهِمْ خُذُوا۟ مَآ ءَاتَيْنَٰكُم بِقُوَّةٍ وَٱذْكُرُوا۟ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَDan ingatlah, ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. Dan Kami katakan kepada mereka "Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu amalkanlah apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa".و» إذ نتقنا الجبل» رفعناه من أصله فوقهم كأنه ظُلَّةٌ وظنوا» أيقنوا أنه واقع بهم» ساقط عليهم بوعد الله إياهم بوقوعه إن لم يقبلوا أحكام التوراة ن وكانوا أبَوْها لثقلها فقلبوا وقلنا لهم خذوا ما آتيناكم بقوة» بجد واجتهاد واذكروا ما فيه» بالعمل به لعلكم تتقون».Dan ingatlah ketika Kami mengangkat bukit yaitu Kami mencabutnya dari dasarnya ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka menduga dan merasa yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka akan jatuh kepada mereka sesuai dengan janji Allah kepada mereka, bahwa hal itu akan menimpa mereka jika mereka tidak mau menerima hukum-hukum syariat kitab Taurat. Mereka menolaknya mengingat hal itu teramat berat pada permulaannya tetapi kemudian mereka mau menerimanya. Kami berfirman kepada mereka, "Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu dengan sungguh-sungguh dan dengan segala kemampuan serta ingatlah selalu apa yang tersebut di dalamnya dengan mengamalkannya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa.".Ayat 172وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَٰفِلِينَDan ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berfirman "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab "Betul Engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi". Kami lakukan yang demikian itu agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan "Sesungguhnya kami bani Adam adalah orang-orang yang lengah terhadap ini keesaan Tuhan",و» اذكر إذ» حين أخذ ربُّك من بني آدم من ظهورهم» بدل اشتمال مما قبله بإعادة الجار ذرِّيّاتهم» بأن أخرج بعضهم من صلب بعض من صلب آدم نسلا بعد نسل كنحو ما يتوالدون كالذّر بنعمان يوم عرفة ونصب لهم دلائل على ربوبيته وركب فيهم عقلا وأشْهدهم على أنفسهم» قال ألست بربكم؟ قالوا بلى» أنت ربنا شهدنا» بذلك والإشهاد لـ أن» لا يقولوا» بالياء والتاء في الموضعين، أي الكفار يوم القيامة إنا كنَّا عن هذا» التوحيد غافلين» لا نعرفه.Dan ingatlah ketika sewaktu Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka menjadi badal isytimal dari lafal sebelumnya dengan mengulangi huruf jar yaitu anak cucu mereka maksudnya Dia mengeluarkan sebagian mereka dari tulang sulbi sebagian lainnya yang berasal dari sulbi Nabi Adam secara turun-temurun, sebagaimana sekarang mereka beranak-pinak mirip dengan jagung di daerah Nu`man sewaktu hari Arafah/musim jagung. Allah menetapkan kepada mereka bukti-bukti yang menunjukkan ketuhanan-Nya serta Dia memberinya akal dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berfirman, "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul. Engkau adalah Tuhan kami kami menjadi saksi." yang demikian itu. Kesaksian itu supaya tidak jangan kamu mengatakan dengan memakai ya dan ta pada dua tempat, yakni orang-orang kafir di hari kiamat kelak, "Sesungguhnya kami terhadap hal-hal ini yakni keesaan Tuhan adalah orang-orang yang lalai." kami tidak 173أَوْ تَقُولُوٓا۟ إِنَّمَآ أَشْرَكَ ءَابَآؤُنَا مِن قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِّنۢ بَعْدِهِمْ ۖ أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ ٱلْمُبْطِلُونَatau agar kamu tidak mengatakan "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang datang sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?"أو يقولوا إنما أشرك آباؤنا من قبل» أي قبلنا وكنا ذريَّة من بعدهم» فاقتدينا بهم أفتهلكنا» تعذبنا بما فعل المبطلون» من آبائنا بتأسيس الشرك، المعنى لا يمكنهم الاحتجاج بذلك مع إشهادهم على أنفسهم بالتوحيد، والتذكير به على لسان صاحب المعجزة قائم مقام ذكره في النفوس.Atau agar kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu dimaksud sebelum kami sedangkan kami ini adalah anak-anak keturunan yang datang sesudah mereka maka kami hanya mengikut mereka Maka apakah Engkau akan membinasakan kami Engkau akan mengazab kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?" dari kalangan orang-orang tua kami yang pertama kali melakukan kemusyrikan. Kesimpulan pengertian dari ayat ini bahwa mereka tidak mungkin berhujah dengan alasan itu sedangkan mereka telah melakukan kesaksian terhadap diri mereka sendiri tentang keesaan Tuhan itu. Penuturan tentang hal ini melalui lisan pemilik mukjizat/Nabi Muhammad saw. kedudukannya sama dengan penuturan terhadap jiwa manusia 174وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ وَلَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَDan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali kepada kebenaran.وكذلك نفصِّل الآيات» نبيّنها مثل ما بينا الميثاق ليتدبروها ولعلهم يرجعون» عن كفرهم.Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu Kami menerangkan seperti apa yang telah Kami jelaskan di dalam perjanjian kesaksian supaya mereka memikirkannya agar mereka kembali dari kekafiran mereka kepada 175وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ٱلَّذِىٓ ءَاتَيْنَٰهُ ءَايَٰتِنَا فَٱنسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ ٱلشَّيْطَٰنُ فَكَانَ مِنَ ٱلْغَاوِينَDan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami pengetahuan tentang isi Al Kitab, kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan sampai dia tergoda, maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.واتل» يا محمد عليهم» أي اليهود نبأ» خبر الذي آتيناه آياتنا فانسلخ منها» خرج بكفره كما تخرج الحية من جلدها، وهو بلعم بن باعوراء من علماء بني إسرائيل، سُئل أن يدعو على موسى وأُهدي إليه شيء، فدعا فانقلب عليه اندلع لسانه على صدره فأتبعه الشيطان» فأدركه فصار قرينه فكان من الغاوين».Dan bacakanlah hai Muhammad kepada mereka yakni orang-orang Yahudi berita kabar orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami, pengetahuan tentang isi Alkitab, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu maksudnya ia keluar darinya dengan membawa kekafirannya, sebagaimana seekor ular keluar dari kulitnya, orang yang dimaksud ialah Bal`am bin Ba`ura salah seorang ulama terkemuka Bani Israel. Ia diminta agar mendoakan Musa celaka dan untuk itu diberi hadiah, dia mendoakan hal itu tetapi doanya itu menyebabkan senjata makan tuan akhirnya lidahnya menjulur sampai ke dadanya lalu dia diikuti oleh setan setan dapat menggodanya sehingga jadilah ia temannya maka jadilah ia termasuk orang-orang yang sesat.Ayat 176وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَٰهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُۥٓ أَخْلَدَ إِلَى ٱلْأَرْضِ وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ ۚ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ ٱلْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ۚ ذَّٰلِكَ مَثَلُ ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا ۚ فَٱقْصُصِ ٱلْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَDan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan derajatnya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga. Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kepada mereka kisah-kisah itu agar mereka berfikir.ولو شئنا لرفعناه» إلى منازل العلماء بها» بأن نوقفه للعمل ولكنه أخلد» سكن إلى الأرض» أي الدنيا ومال إليها واتَّبع هواه» في دعائه إليها فوضعناه فمثله» صفته كمثل الكلب إن تحمل عليه» بالطرد والزجر يلهث» يدلع لسانه أو» إن تتركه يلهث» وليس غيره من الحيوان كذلك، وجملتا الشرط حال، أي لاهثا ذليلا بكل حال، والقصد التشبيه في الوضع والخسة بقرينة الفاء المشعرة بترتيب ما بعدها على ما قبلها من الميل إلى الدنيا واتباع الهوى وبقرينة، قوله ذلك» المثل مَثَلُ القوم الذين كذَّبوا بآياتنا فاقصص القَصَصَ» على اليهود لعلهم يتفكرون» يتدبرون فيها فيؤمنون.Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan dia kepada derajat para ulama dengan ayat-ayat itu seumpamanya Kami memberikan taufik/kekuatan kepadanya untuk mengamalkan ayat-ayat itu tetapi dia cenderung yaitu lebih menyukai kepada tanah yakni harta benda dan duniawi dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah dalam doa yang dilakukannya, akhirnya Kami balik merendahkan derajatnya. Maka perumpamaannya ciri khasnya seperti anjing jika kamu menghalaunya mengusir dan menghardiknya diulurkannya lidahnya lidahnya menjulur atau jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga sedangkan sifat seperti itu tidak terdapat pada hewan-hewan selain anjing. Kedua jumlah syarat menjadi hal, ia menjulurkan lidahnya dalam keadaan terhina dalam segala kondisi. Maksudnya penyerupaan/tasybih ini ialah mengumpamakan dalam hal kerendahan dan kehinaan dengan qarinah adanya fa yang memberikan pengertian tertib dengan kalimat sebelumnya, yakni kecenderungan terhadap duniawi dan mengikuti hawa nafsu rendahnya, juga karena adanya qarinah/bukti firman-Nya, Demikian itulah perumpamaan itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu kepada orang-orang Yahudi agar mereka berpikir agar mereka mau memikirkannya hingga mereka mau 177سَآءَ مَثَلًا ٱلْقَوْمُ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا وَأَنفُسَهُمْ كَانُوا۟ يَظْلِمُونَAmat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim.ساء» بئس مثلا القوم» أي مثل القوم الذين كذَّبوا بآياتنا وأنفسهم كانوا يظلمون» بالتكذيب.Amat buruklah amat jeleklah perumpamaan suatu kaum yaitu perumpamaan kaum itu yaitu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat lalim dengan mendustakan ayat-ayat 178مَن يَهْدِ ٱللَّهُ فَهُوَ ٱلْمُهْتَدِى ۖ وَمَن يُضْلِلْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَBarangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi.من يهَدِ الله فهو المهتدي ومن يُضْللْ فأولئك هم الخاسرون».Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi.Ayat 179وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ كَٱلْأَنْعَٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَٰفِلُونَDan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.ولقد ذَرأْنا» خلقنا لجهنم كثيرا من الجن والإنس لهم قلوب لا يفقهون بها» الحق ولهم أعين لا يبصرون بها» دلائل قدرة الله بصر اعتبار ولهم آذان لا يسمعون بها» الآيات والمواعظ سماع تدبر واتعاظ أولئك كالأنعام» في عدم الفقه والبصر والاستماع بل هم أضل» من الأنعام لأنها تطلب منافعها وتهرب من مضارها وهؤلاء يقدمون على النار معاندة أولئك هم الغافلون».Dan sesungguhnya Kami jadikan Kami ciptakan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakan untuk memahami ayat-ayat Allah yakni perkara hak dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah yaitu bukti-bukti yang menunjukkan kekuasaan Allah dengan penglihatan yang disertai pemikiran dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah ayat-ayat Allah dan nasihat-nasihat-Nya dengan pendengaran yang disertai pemikiran dan ketaatan mereka itu sebagai binatang ternak dalam hal tidak mau mengetahui, melihat dan mendengar bahkan mereka lebih sesat dari hewan ternak itu sebab hewan ternak akan mencari hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya dan ia akan lari dari hal-hal yang membahayakan dirinya tetapi mereka itu berani menyuguhkan dirinya ke dalam neraka dengan menentang mereka itulah orang-orang yang lalaiAyat 180وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَHanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.ولله الأسماء الحسنى» التسعة والتسعون الوارد بها الحديث، والحسنى مؤنث الأحسن فادعوه» سموه بها وذروا» اتركوا الذين يُلحدون» من ألحد ولحد، يميلون عن الحق في أسمائه» حيث اشتقوا منها أسماء لآلهتهم كاللات من الله، والعزى من العزيز، ومناة من المنَّان سيجزون» في الآخرة جزاء ما كانوا يعملون» وهذا قبل الأمر بالقتال.Allah mempunyai asma-asma yang baik yang sembilan puluh sembilan, demikianlah telah disebutkan oleh hadis. Al-husna adalah bentuk muannats dari al-ahsan maka bermohonlah kepada-Nya sebutkanlah Dia olehmu dengan menyebut nama-nama-Nya itu dan tinggalkanlah maksudnya biarkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran berasal dan kata alhada dan lahada, yang artinya mereka menyimpang dari perkara yang hak dalam menyebut nama-nama-Nya artinya mereka mengambil nama-nama tersebut untuk disebutkan kepada sesembahan-sesembahan mereka, seperti nama Latta yang berakar dari lafal Allah, dan Uzzaa yang berakar dari kata Al-Aziiz, dan Manaat yang berakar dari kata Al-Mannaan nanti mereka akan mendapat balasan kelak di akhirat sebagai pembalasannya terhadap apa yang telah mereka kerjakan ketentuan ini sebelum turunnya ayat perintah berperang. AlQur'an Surat Al-A’raf: 180, Dan Allah memiliki Asma'ul-Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma'ul-Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Mushaf Standar Indonesia وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖ ۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۖ ﴿الأعراف ۱۸۰﴾ Terjemahan IndonesiaDan Allah memiliki Asma'ul-husna nama-nama yang terbaik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma'ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. QS. Al-A’raf 180 Mushaf Madinah وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ Huruf Arab Gundul ولله الأسماء الحسنى فادعوه بها وذروا الذين يلحدون في أسمائه سيجزون ما كانوا يعملون Transliterasiwalillaahi al-asmaau alhusnaa faud’uuhu bihaa wadzaruu alladziina yulhiduuna fii asmaa-ihi sayujzawna maa kaanuu ya’maluuna Sudah sejauh mana interaksi Anda dengan ayat ini? boleh pilih lebih dari satuMenghafal Membaca Mempelajari Mendakwahkan Mengamalkan Gunamewujudkan tujuan itu, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti memiliki peran strategis. 1 Ayo Kita Membaca Al-Qur’an Fitur ini berisi ayat Al-Qur’an yang berkaitan
وَلِلَّهِ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ فَٱدۡعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُواْ ٱلَّذِينَ يُلۡحِدُونَ فِىٓ أَسۡمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجۡزَوۡنَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ وَلِلَّهِ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ فَٱدۡعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُواْ ٱلَّذِينَ يُلۡحِدُونَ فِىٓ أَسۡمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجۡزَوۡنَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ وَلِلَّهِ dan milik Allah فَٱدۡعُوهُ maka berdoalah kepadaNya وَذَرُواْ dan tinggalkanlah ٱلَّذِينَ orang-orang yang يُلۡحِدُونَ mereka mengingkari أَسۡمَٰٓئِهِۦۚ nama-namaNya سَيُجۡزَوۡنَ mereka akan diberi balasan يَعۡمَلُونَ mereka kerjakan وَلِلَّهِ dan milik Allah فَٱدۡعُوهُ maka berdoalah kepadaNya وَذَرُواْ dan tinggalkanlah ٱلَّذِينَ orang-orang yang يُلۡحِدُونَ mereka mengingkari أَسۡمَٰٓئِهِۦۚ nama-namaNya سَيُجۡزَوۡنَ mereka akan diberi balasan يَعۡمَلُونَ mereka kerjakan Terjemahan Allah memiliki Asmaulhusna nama-nama yang terbaik. Maka, bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. Tafsir Allah mempunyai asma-asma yang baik yang sembilan puluh sembilan, demikianlah telah disebutkan oleh hadis. Al-husna adalah bentuk muannats dari al-ahsan maka bermohonlah kepada-Nya sebutkanlah Dia olehmu dengan menyebut nama-nama-Nya itu dan tinggalkanlah maksudnya biarkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran berasal dan kata alhada dan lahada, yang artinya mereka menyimpang dari perkara yang hak dalam menyebut nama-nama-Nya artinya mereka mengambil nama-nama tersebut untuk disebutkan kepada sesembahan-sesembahan mereka, seperti nama Latta yang berakar dari lafal Allah, dan Uzzaa yang berakar dari kata Al-Aziiz, dan Manaat yang berakar dari kata Al-Mannaan nanti mereka akan mendapat balasan kelak di akhirat sebagai pembalasannya terhadap apa yang telah mereka kerjakan ketentuan ini sebelum turunnya ayat perintah berperang. Topik
StandarKompetensi  :   7. Memahami ayat-ayat al Qur’an tentang perintah menjaga kelestarian lingkungan hidup. 7.2 Menjelaskan arti QS. al Rum: 41-42, QS Al-A’raf: 56-58, dan QS Ash Shad: 27. 7.3 Membiasakan perilaku menjaga kelestarian lingkungan hidup seperti terkandung dalam QS. Ar- Rum: 41-42, QS.
Demikianlah, seseorang terjerumus ke dalam neraka karena mengabaikan tanda-tanda keesaan Allah dan tidak mengingat-Nya. Maka pada ayat ini, Allah mengingatkan agar kita tidak melalaikannya dan selalu memanggil-Nya dengan nama-nama-Nya yang terbaik. Dan hanya Allah Yang memiliki al-Asma al-Husna, yakni nama-nama terbaik yang menunjukkan keagungan dan kemahasempurnaan-Nya, maka berdoalah dan bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya, yaitu al-Asma al-Husna itu. Dan tinggalkanlah serta waspadalah terhadap orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dengan menyalahartikan nama-nama-Nya. Jangan dihiraukan orang-orang yang menyembah Allah dengan menyebut nama-nama yang tidak sesuai dengan sifat-sifat keagungan Allah, atau dengan memakai al-Asma al-Husna, tetapi dengan maksud menodai nama Allah atau mempergunakan al-Asma al-Husna untuk nama-nama selain Allah. Mereka kelak, di dunia atau di akhirat, akan mendapat balasan yang sesuai dengan kadar kedurhakaan mereka disebabkan apa yang telah mereka Husna artinya nama-nama Allah yang paling baik, paling luas, dan paling dalam pengertiannya, sebagaimana sabda Rasulullah "Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu, barangsiapa menghafalnya masuklah dia ke surga." Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Jumlah sembilan puluh sembilan itu tidaklah berarti batas jumlah, sesungguhnya nama Allah itu tidaklah terbatas. Dalam Al-Quran nama Allah lebih dari jumlah angka tersebut. Nama-nama itu merupakan sifat dari zat Allah Yang Maha Esa, bukan zat Tuhan yang dikira orang musyrikin. Mengenai Asmaul Husna yang sembilan puluh sembilan itu diriwayatkan oleh at-Tirmizi dan al-Hakim dari jalan sanad al-Walid bin Muslim sebagai berikut Dialah Allah yang tiada Tuhan kecuali Dia. 1 Yang Maha Pengasih, 2 Yang Maha Penyayang, 3 Maharaja, 4 Yang Mahasuci, 5 Maha Sejahtera, 6 Yang Maha Menenteramkan, 7 Yang Maha Memelihara, 8 Yang Mahaperkasa, 9 Yang Mahakuasa, 10 Yang Maha Memiliki Kebesaran, 11 Yang Maha Menciptakan, 12 Yang Mengadakan, 13 Yang Membentuk Rupa, 14 Yang Maha Pengampun, 15 Yang Maha Mengalahkan, 16 Yang Maha Pemberi, 17 Yang Maha Memberi Rezeki, 18 Yang Maha Memberi Keputusan, 19 Yang Maha Mengetahui, 20 Yang Maha Membatasi Rezeki, 21 Yang Maha Melapangkan Rezeki, 22 Yang Maha Merendahkan, 23 Yang Maha Meninggikan, 24 Yang Maha Menjadikan Mulia, 25 Yang Menjadikan Hina, 26 Yang Maha Mendengar, 27 Yang Maha Melihat, 28 Yang Jadi Hakim, 29 Yang Mahaadil, 30 Yang Mahahalus, 31 Yang Mahateliti, 32 Yang Mahasantun, 33 Yang Mahaagung, 34 Yang Maha Mengampuni, 35 Yang Maha Mensyukuri, 36 Yang Mahatinggi, 37 Yang Mahabesar, 38 Yang Maha Memelihara, 39 Yang Maha Penentu Waktu, 40 Yang Maha Membuat Perhitungan, 41 Yang Penuh Kebesaran, 42 Yang Maha Pemurah, 43 Yang Jadi Pengawas, 44 Yang Maha Mengabulkan, 45 Yang Mahaluas, 46 Yang Maha Bijaksana, 47 Yang Maha Mencintai,48Yang Mahamulia, 49 Yang Maha Membangkitkan, 50 Yang Maha Menjadi Saksi, 51 Yang Penuh Kebenaran, 52 Yang Maha Menjadi Tempat Bertawakkal, 53 Yang Mahakuat, 54 Yang Mahakokoh, 55 Yang Maha Melindungi, 56 Yang Maha Terpuji, 57 Yang Maha Menghitung, 58 Yang Maha Menciptakan, 59 Yang Maha Mengembalikan, 60 Yang Menghidupkan, 61 Yang Mematikan, 62 Yang Maha Hidup, 63 Yang Berdiri Sendiri, 64 Yang Maha Menemukan, 65 Yang Mahamulia, 66 Yang Mahamandiri, 67 Yang Maha Esa, 68 Yang Maha Tumpuan, 69 Yang Maha Kuasa, 70 Yang Maha Menentukan, 71 Yang Maha Mendahulukan, 72 Yang Maha Mengakhirkan, 73 Yang Mahaawal, 74 Yang Mahaakhir, 75 Yang Mahanyata, 76 Yang Maha Tersembunyi, 77 Yang Maha Melindungi, 78 Yang Maha Meninggikan, 79 Yang Maha Pelimpah Kebajikan, 80 Yang Maha Penerima Tobat, 81 Yang Maha Pembalas, 82 Yang Maha Pemaaf, 83 Yang Maha Penyantun, 84 Yang Memiliki Kekuasaan, 85 Yang Maha Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, 86 Yang Mahaadil, 87 Yang Menghimpun, 88 Yang Mahakaya, 89 Yang Maha Memberi Kekayaan, 90 Yang Maha Mencegah, 91 Yang Maha Pemberi Mudarat, 92 Yang Maha Pemberi Manfaat, 93 Yang Maha Bercahaya, 94 Yang Maha Pemberi Petunjuk, 95 Yang Maha Pencipta Keindahan, 96 Yang Mahakekal, 97 Yang Maha Mewarisi, 98 Yang Maha Pemberi Bimbingan, 99 Yang Mahasabar. Riwayat at-Tirmizi dan al-Hakim Terjemahan nama-nama Allah sesungguhnya tidak dapat diterjemahkan secara tepat. Terjemahan ini sekedar untuk menjelaskan maknanya sesuai dengan keterbatasan bahasa Indonesia. Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk menyebutkan nama-nama yang paling baik ini dalam berdoa dan berzikir. Karena dengan berdoa dan berzikir itu mereka selalu ingat kepada Allah, dan iman mereka bertambah hidup dan subur dalam jiwa mereka Dalam pada itu Allah memerintahkan pula kepada orang-orang yang beriman agar mereka meninggalkan perilaku orang-orang yang menyimpangkan pengertian nama-nama Allah dari pengertian yang benar, misalnya dengan memberikan tawil atau memutar-balikkan pengertian sehingga mengaburkan kesempurnaan yang mutlak dari sifat-sifat Allah. Mereka yang berbuat demikian kelak akan ditimpa azab Allah. Penyimpangan atau penyelewengan dari nama-nama Allah Yang Maha Sempurna itu bermacam-macam bentuknya, antara lain 1. Memberikan nama kepada Allah dengan nama yang tidak terdapat dalam Al-Quran ataupun dalam hadis Rasul yang sahih. Semua ulama sepakat bahwa nama dan sifat Allah itu harus didasarkan atas penjelasan Al-Quran dan hadis Rasul tauqifi. 2. Menolak nama-nama dan sifat-sifat yang telah ditetapkan oleh Allah untuk zat-Nya, atau menolak untuk menisbahkan suatu perbuatan kepada Allah karena memandang yang demikian itu tidak patut bagi kesucian-Nya atau mengurangi kesucian-Nya. Mereka yang menolak ini memandang diri mereka seolah-olah lebih mengetahui dari Allah dan Rasul-Nya, mana yang layak dan mana yang tidak layak bagi Allah. 3. Menamakan sesuatu selain Allah dengan nama yang hanya layak bagi Allah. 4. Memutar-balikkan nama dan sifat-sifat Allah dengan penafsiran sendiri sehingga keluar dari pengertian dan maksud yang sebenarnya, seperti paham yang mengatakan bahwa sifat-sifat Allah sama dengan sifat manusia, seperti mendengar, melihat, berkata-kata, punya muka, tangan, kaki, tertawa, marah, senang dan sebagainya. Kendati Allah memiliki sifat mendengar, melihat dan sebagainya, namun mendengarnya Allah tidak sama dengan mendengarnya makhluk, melihatnya Allah tidak sama dengan melihatnya makhluk. Atau paham yang memberikan takwil terhadap sifat-sifat Allah sedemikian rupa sehingga sifat Allah itu tidak memilikik arti sama sekali. 5. Mempersekutukan Allah dengan sembahan selain Allah dalam segi nama yang khusus untuk Allah. Seperti memakai lafal Allah untuk sebuah berhala atau kata Rabbul alamin.

Alhamdulillahmasuk pada seputar hukum tajwid pada surat Al a'raf ayat 180 pada materi iman kepada Allah melalui Asmaul Husnasemoga bermanfaat dan semoga All

Berikut penjelasan mengenai surat Al Araf ayat 180!Pada Surat Al Araf ayat 180, dijelaskan tentang berbagai sifat Allah SWT yang tertuang dalam Asmaul Husna. Untuk tahu lebih lengkapnya, baca di sini!Makna dari Al Araf ayat 180Foto surat al araf Foto Al Araf ayat 180 Orami Photo StockBerikut bunyi surat Al Araf ayat 180 lengkap dengan artinyaوَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۖ“Wa lillāhil-asmā'ul-ḥusnā fadūhu bihā, wa żarul-lażīna yulḥidūna fī asmā'ihī, sayujzauna mā kānū yamalūna.”Artinya “Allah memiliki Asmaul Husna nama-nama yang terbaik. Maka, bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalah artikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.”Baca Juga 9 Keutamaan Surat Al Waqiah, Salah Satunya Dijauhkan dari Kemiskinan, Masya Allah!Kandungan Surat Al Araf Ayat 180Foto surat al araf Orami Photo StockFoto Surat Al Araf Orami Photo StockMelansir situs resmi Kementerian Agama RI, kandungan surat Al Araf ayat 180 adalah sebagai berikutMengingatkan umat Islam agar tidak mengabaikan tanda-tanda keesaan Allah muslim untuk menyebutkan Asmaul Husna saat berdoa dan nama-nama Allah agar menjadi individu yang lebih membalas orang-orang yang menyebut nama-nama yang tidak sesuai dengan sifat Allah, atau menyebut nama Allah dengan tujuan untuk menodai SWT juga memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar meninggalkan perilaku yang menyimpangkan pengertian nama-nama Allah Juga 5 Keutamaan Surat Al Falaq, Salah Satunya Menghindarkan Anak dari Penyakit, Masya Allah!Penyimpangan yang dimaksud adalah sebagai berikutMemberikan nama Allah SWT dengan nama yang tidak terdapat dalam Al Quran atau dalam hadist Rasulullah SAW yang nama dan sifat yang telah ditetapkan Allah SWT untuk sesuatu selain Allah SWT dengan nama yang hanya layak bagi Allah nama dan sifat-sifat Allah SWT, yakni dengan memberikan arti atau tafsiran yang sangat berbeda dengan arti Allah dengan sembahan lain selain Allah. Seperti memakai lafal Allah untuk sebuah Juga Kandungan Surat Ali Imran Ayat 159, Salah Satunya tentang Akhlak MuliaMengenai Asmaul Husna yang sembilan puluh sembilan itu diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari jalan sanad Al-Walid bin Muslim sebagai berikutالرحمن = Ar Rahman, Yang Maha Pengasihالرحيم = Ar Rahiim, Yang Maha Penyayangالملك = Al Malik, Yang Maha Merajai bisa diartikan Raja dari semua Rajaالقدوس = Al Quddus, Yang Maha Suciالسلام = As Salaam, Yang Maha Memberi Kesejahteraanالمؤمن = Al Mu'min, Yang Maha Memberi Keamananالمهيمن = Al Muhaimin, Yang Maha Mengaturالعزيز = Al 'Aziiz, Yang Maha Perkasaالجبار = Al Jabbar, Yang Memiliki Mutlak Kegagahanالمتكبر = Al Mutakabbir, Yang Maha Megah, yang memiliki kebesaranالخالق = Al Khaliq, Yang Maha Penciptaالبارئ = Al Baari', Yang Maha Melepaskan membuat, membentuk, menyeimbangkanالمصور = Al Mushawwir, Yang Maha Membentuk Rupa makhluk-Nyaالغفار = Al Ghaffaar, Yang Maha Pengampunالقهار = Al Qahhaar, Yang Maha Menundukkan/Menaklukkan Segala Sesuatuالوهاب = Al Wahhaab, Yang Maha Pemberi Karuniaالرزاق = Ar Razzaaq, Yang Maha Pemberi Rezekiالفتاح = Al Fattaah, Yang Maha Pembuka Rahmatالعليم = Al 'Aliim, Yang Maha Mengetahui20. القابض = Al Qaabidh, Yang Maha Menyempitkan21. الباسط = Al Baasith, Yang Maha Melapangkan22. الخافض = Al Khaafidh, Yang Maha Merendahkan23. الرافع = Ar Raafi', Yang Maha Meninggikan24. المعز = Al Mu'izz, Yang Maha Memuliakan25. المذل = Al Mudzil, Yang Maha Menghinakan26. السميع = Al Samii', Yang Maha Mendengar27. البصير = Al Bashiir, Yang Maha Melihat28. الحكم = Al Hakam, Yang Maha Menetapkan29. العدل = Al 'Adl, Yang Maha Adil30. اللطيف = Al Lathiif, Yang Maha Lembut31. الخبير = Al Khabiir, Yang Maha Mengenal32. الحليم = Al Haliim, Yang Maha Penyantun33. العظيم = Al 'Azhiim, Yang Maha Agung34. الغفور = Al Ghafuur, Yang Maha Memberi Pengampunan35. الشكور = As Syakuur, Yang Maha Pembalas Budi menghargai36. العلى = Al 'Aliy, Yang Maha Tinggi37. الكبير = Al Kabiir, Yang Maha Besar38. الحفيظ = Al Hafizh, Yang Maha Memelihara39. المقيت = Al Muqiit, Yang Maha Pemberi Kecukupan40. الحسيب = Al Hasiib, Yang Maha Membuat Perhitungan41. الجليل = Al Jaliil, Yang Maha Luhur42. الكريم = Al Kariim, Yang Maha Pemurah43. الرقيب = Ar Raqiib, Yang Maha Mengawasi44. المجيب = Al Mujiib, Yang Maha Mengabulkan45. الواسع = Al Waasi', Yang Maha Luas46. الحكيم = Al Hakim, Yang Maha Bijaksana47. الودود = Al Waduud, Yang Maha Mengasihi48. المجيد = Al Majiid, Yang Maha Mulia49. الباعث = Al Baa'its, Yang Maha Membangkitkan50. الشهيد = As Syahiid, Yang Maha Menyaksikan51. الحق = Al Haqq, Yang Maha Benar52. الوكيل = Al Wakiil, Yang Maha Memelihara53. القوى = Al Qawiyyu, Yang Maha Kuat54. المتين = Al Matiin, Yang Maha Kokoh55. الولى = Al Waliyy, Yang Maha Melindungi56. الحميد = Al Hamiid, Yang Maha Terpuji57. المحصى = Al Muhshii, Yang Maha Mengkalkulasi menghitung segala sesuatu58. المبدئ = Al Mubdi', Yang Maha Memulai59. المعيد = Al Mu'iid, Yang Maha Mengembalikan Kehidupan60. المحيى = Al Muhyii, Yang Maha Menghidupkan61. المميت = Al Mumiitu, Yang Maha Mematikan62. الحي = Al Hayyu, Yang Maha Hidup63. القيوم = Al Qayyuum, Yang Maha Mandiri64. الواجد = Al Waajid, Yang Maha Penemu65. الماجد = Al Maajid, Yang Maha Mulia66. الواحد = Al Wahid, Yang Maha Tunggal67. الاحد = Al Ahad, Yang Maha Esa68. الصمد = As Shamad, Yang Maha Dibutuhkan tempat meminta69. القادر = Al Qaadir, Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan70. المقتدر = Al Muqtadir, Yang Maha Berkuasa71. المقدم = Al Muqaddim, Yang Maha Mendahulukan72. المؤخر = Al Mu'akkhir, Yang Maha Mengakhirkan73. الأول = Al Awwal, Yang Maha Awal74. الأخر = Al Aakhir, Yang Maha Akhir75. الظاهر = Az Zhaahir, Yang Maha Nyata76. الباطن = Al Baathin, Yang Maha Ghaib77. الوالي = Al Waali, Yang Maha Memerintah78. المتعالي = Al Muta'aalii, Yang Maha Tinggi79. البر = Al Barru, Yang Maha Penderma maha pemberi kebajikan80. التواب = At Tawwaab, Yang Maha Penerima Taubat81. المنتقم = Al Muntaqim, Yang Maha Pemberi Balasan82. العفو = Al Afuww, Yang Maha Pemaaf83. الرؤوف = Ar Ra'uuf, Yang Maha Pengasuh84. مالك الملك = Malikul Mulk, Yang Maha Penguasa Kerajaan semesta85. ذو الجلال و الإكرام = Dzul Jalaali WalIkraam, Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan86. المقسط = Al Muqsith, Yang Maha Pemberi Keadilan87. الجامع = Al Jamii', Yang Maha Mengumpulkan88. الغنى = Al Ghaniyy, Yang Maha Kaya89. المغنى = Al Mughnii, Yang Maha Pemberi Kekayaan90. المانع = Al Maani, Yang Maha Mencegah91. الضار = Ad Dhaar, Yang Maha Penimpa Kemudaratan92. النافع = An Nafii', Yang Maha Memberi Manfaat93. النور = An Nuur, Yang Maha Bercahaya menerangi, memberi cahaya94. الهادئ = Al Haadii, Yang Maha Pemberi Petunjuk95. البديع = Al Badii', Yang Maha Pencipta Tiada Bandingannya96. الباقي = Al Baaqii, Yang Maha Kekal97. الوارث = Al Waarits, Yang Maha Pewaris98. الرشيد = Ar Rasyiid, Yang Maha Pandai99. الصبور = As Shabuur, Yang Maha SabarNah, itulah pembahasan mengenai Surat Al Araf ayat 180 mengenai Asmaul Husna, sifat-sifat yang dimiliki Allah SWT. Dialah Allah yang tiada Tuhan kecuali mengetahui dan bahkan menghafal sifat-sifatnya, diharapkan semua dosa yang pernah kita lakukan diampuni, Amin! Sumber Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.
AlQur'an Surat Al-A’raf Ayat 161-180 - Surat Al A'raaf yang berjumlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Dinamakan Al A'raaf karena perkataan
Tafsir Jalalayn Tafsir Quraish Shihab Diskusi Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu pula mereka menjalankan keadilan mereka adalah umat Muhammad saw. sebagaimana yang telah dijelaskan oleh hadis. Di antara orang-orang yang Kami siapkan surga untuk mereka, adalah meraka yang selalu mengajak kepada kebenaran, lalu berdasarkan kebenaran itu, mereka menegakkan keadilan dalam memutuskan hukum-hukum mereka. Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir Admin Submit 2015-04-01 021331 Link sumber Di antara orang-orang yang diciptakan Allah ada orang-orang yang sempurna dan menyempurnakan orang lain; mereka mengetahui kebenaran dan mengamalkannya, mengajarkannya dan mengajak manusia kepadanya. Ketika memutuskan, baik dalam masalah harta, darah, hak-hak, maupun lainnya. GprZ.
  • und89n3tfh.pages.dev/97
  • und89n3tfh.pages.dev/19
  • und89n3tfh.pages.dev/117
  • und89n3tfh.pages.dev/395
  • und89n3tfh.pages.dev/284
  • und89n3tfh.pages.dev/409
  • und89n3tfh.pages.dev/35
  • und89n3tfh.pages.dev/132
  • arti surat al a raf ayat 180 per kata