Selainartikel perbedaan jalur cdi mio lama dan smile songket yang Anda cari, Anda juga bisa menemukan banyak artikel mengenai harga sepeda motor, motor terbaru 2017, review motor terbaru, dan lain sebagainya di blog Harga Motor 2017 ini. Oke, semoga blog ini bisa bermanfaat bagi Anda.. ^_^
Enggak sedikit pemilik Thunder 125 yang mengeluhkan performa besutannya! Apalagi, jika yang diomongi itu akselerasi ataupun power. Malah lari’ motor tipe sport itu hanya bisa berjaban dengan bebek lho. “Maklum aja, itu karena kapasitas mesin yang hanya 125 cc. Enggak sedikit orang yang bilang motor sport dengan cc segitu disebut banci. Karena volume silinder mesin yang serba tanggung,” bilang Parno dari Ponorogo Motor Sport di Pasanggrahan, Jakarta Selatan. Memang sih pendapat Parno ada benarnya. Apalagi dengan kapasitas mesin segitu Thunder 125 kudu membawa bobot kosong 122 kg. Belum lagi ditambah bensin di tangki penuh yang punya volume full 14 liter. Itu semua juga belum termasuk berat pengendara! Kebayangkan berapa beratnya. Nah, semua perhitungan itu jangan disamakan dengan bobot motor bebek yang jumlahnya tak lebih dari 100 kg dong. Begitunya sobat juga enggak mau kan kalau motornya punya cap atau sebutan gak mengenakan itu! Ini Em-Plus bantu deh buat bikin Thunder 125 jadi perkasa. Tapi bukan pakai obat kuat seperti yang banyak dijual di pinggir jalan. Itu sih obat kuat khusus lelaki ya! Part ini semua untuk mendukung performa mesin Thundie. Mulai pengapian, hingga saluran buang. Ketimbang cuap melulu, monggo simak. CDI Resep alias obat yang pertama ini langsung menuju otak pengapian. Namanya otak, tentu pusat syaraf. Makanya biar api yang dikirim buat meledakan campuran bahan bakar dan udara lebih besar, CDI kudu diganti tipe un-limitter. Saat ini CDI yang khusus tersedia buat Thunder di pasaran baru tersedia merek BRT. “Sistem pengapian di Thunder 125 mengadopsi tipe Transistor Ignition System TIS. Jadi ketika ganti CDI, harus dibarengi dengan penggantian koil,” ungkap Tomy Huang, pembuat CDI BRT dari Cibinong, Jawa Barat. Karena aplikasi tipe TIS, maka koil juga harus dialiri arus 12 volt. Sistem pengapian ini, sama seperti di mobil. Setelah ganti CDI dan koil, enggak perlu lagi ubah timing pengapian. “Penggantian CDI ini, bisa menaikan power sekitar 1 dk daya kuda; red,” lanjut Tomy. KOIL Seperti yang sudah dibilang di atas, penggantian CDI mesti didukung penggantian koil. Koil yang dipakai bisa mengadopsi milik motor apa saja. Namun, di pasaran juga banyak tersedia pilihan koil aftermarket tipe racing. “Selama ini, enggak sedikit pemilik Thunder 125 yang memakai koil dari Suzuki RM125,” ujar Morgan dari Raja Motor di Jl. Ciledug Raya, No. A1, Larangan Utara, Ciledug Mal, Tangerang. Bicara soal harga, tentunya koil milik motor special engine SE itu nggak murah. PORTING & POLISH Pengapian diperbesar, nggak ada salahnya lakukan proses porting dan polish pada lubang masuk dan buang di kepala silinder. “Tujuannya, mengubah arah sudut aliran pengabutan ke ruang bakar,” kata Tomy. Anggapan serupa juga diungkapkan Morgan dan Parno. Tanpa porting, rasanya up-grade yang dilakukan kurang maksimal. Begitu juga polish. Biar campuran udara dan bahan bakar mudah meluncur ke ruang bakar, bagian yang kelar diporting kudu dipoles biar licin. Tomy Huang yang pernah melakukan proses ini bilang, tenaga Thunder 125 bisa naik sekitar 2 dk. Tentunya, setelah porting dan ubah otak pengapian ya. KARBURATOR Aslinya, Suzuki Thunder 125 adopsi karburator model vakum ukuran 26 mm Mikuni BS26SS. Buat mendukung performa setelah up-grade yang dilakukan, nggak ada salahnya karburator diganti tipe konvensional. “Pilihannya selama ini banyak yang pakai karburator Keihin tipe PE ukuran 28 mm,” ungkap Morgan. Begitunya, aliran yang dikucurkan makin deras tapi harga karbu juga cukup murah. KNALPOT Biar lebih maksimal lagi, peningkatan performa juga harus didukung pengaplikasian knalpot racing. Soalnya, saluran buang ini mengaplikasi tipe free flow alias langsung. Pakai knalpot tipe ini, gas buang gak bakal tertahan lama di dalam tabung. Soalnya, gas yang meluncur keluar hanya berhadapan dengan peredam di dalam silincer. Beda dengan knalpot standar yang memiliki banyak sekat. Banyak tipe bisa dipilih. Mau yang tipe racing look ataupun knalpot dengan silincer model terompet. “Semuanya bisa meningkatkan power motor,” ungkap Novi dari Inti Jaya Motor di Jl. Kebon Jeruk V, No. 260A, Kota, Jakarta Barat. KAMPAS KOPLING Jika entakan sudah besar, bisa gunakan kampas kopling tipe racing yang banyak dijual di pasaran. Kampas kopling milik Thunder 125, bisa saling subsitusi dengan milik Suzuki RG-R atau Suzuki Satria F-150. “Bisa juga pakai kampas kopling orisinal milik Satria F-150,” saran Morgan. Soalnya, peranti milik Satria F-150 lebih tebal ketimbang aslinya Suzuki Thunder 125. Begitunya, kampas pun jadi lebih awet. TABEL HARGA CDI BRT Rp 350 ribuan Koil RM125 Rp 550 ribuan Blue Thunder Rp 190 ribuan Andrion Series Rp 175 ribuan Karburator Keihin PE28 Rp 600 ribuan Keihin PE28 Daytona Rp 1,3 juta Knalpot Spider Rp 250 – 500 ribu Konic Rp 350 ribuan Kampas Kopling Satria FU150 Rp 1 pcs FOOTSTEP RACING Enggak salah juga pakai footstep racing. Kan tak cuma mesin/url] doang yang diubah performanya, tapi tampilan juga bisa sedikit didongkrak. Nah, ada nih tawaran pijakan kaki ala underbone. “Peranti ini sudah tersedia braket buat dudukan ke sasis. Jadi, tinggal pasang,” ujar Novi dari Inti Jaya Motor yang bisa dikontak di Nomor 012 6012360 atau 6397982. Satu set footstep dijual Rp 100 ribu.
WARNAKABEL DAN CDI MOTOR ANDA. Endi Yuana S. Dunia Otomotif. Warna kabel pada setiap pabrikan motor memiliki standart sendiri sendiri, artinya warna kabel yang dibuat oleh produsen masing masing pembuat kendaraan sepeda motor tidaklah sama.
I Inilah kendaraan kedua saya setelah jupiter-z. Saat mengendarai jupiter-z dulu, saat membawa barang berat tas besar yang diletakkan di antara kaki, ternyata nyaman saat bermanuver. Muncullah fikiran untuk mengendarai motor “lelaki” yang berat di tengah karena tanki bensin. Setelah dicari-cari, ternyata yang paling murah adalah thunder-125. Alhasil, terbelilah thunder -125 versi lama non-kick starter tahun 2004. Berikut ini kelebihan thunder-125 Untuk jarak jauh, tidak capek dan stabil. Apalagi motor saya sudah ganti stang milik tril – yamaha dan ditambah “riser” alat untuk menambah tinggi dudukan stang. Irit. Antara shogun dan spin, ternyata thunder paling irit asal belom di “otak-atik”. Body OK. Walaupun murah, ternyata struktur rangka, body, assesoris tidak “murahan”. Terbukti sanggup menahan bobot berat. Padahal motor saya di bagian belakang dipasang box, temen-temen sy nyebutnya “magic jar”. “jangan-jangan si …. muat di box lu, mat”, kate temen ane. “ya iyalah muat, asal dipotong-potong dulu, he he he…”. Coba bandingkan, diameter, ukuran, panjang dsb dengan motor saingan bajaj xcd-125 ato megapro lebih besar. Tanki besar. Cocok untuk para pencinta modif jadi sport ok, jadi touring ok. Tapi kayaknya sih cocok untuk modif jenis touring. Bandel. Ini bukan monopoli thunder. Sepertinya, seluruh merk suzuki bandel kalo nggak rusak parah, masih bisa jalan. Ukuran mesin suzuki yang lebih besar memberikan toleransi antar komponen menjadi besar tetapi resikonya kurang efisien/boros sehingga lebih “bandel” , karena kerusakan satu part tidak menulari yang lain, beda dengan honda yang kecil dan efisien/irit, tapi resikonya satu part rusak bisa menulari yg lain/merembet. Pelek racing. Untuk jalan jauh, jalan malem, jalan ancur, cocok. Tentu saja asalkan ban sudah diganti tubeless. Alhamdulillah, sampai saat ini ga pernah dorong. Bahkan kalo kena paku, sempet nunda besok nambelnya sy jadi punya langganan tukang tambal khusus. Komunitas yang baik. Walupun sy tidak pernah masuk ”club” krn dilarang istri, tetap saja kalo di jalan suka ”di sapa” para bro – bro thunder lainnya. Tapi ruginya ya itu, kurang informasi sehingga banyak ketipunya bengkel nakal. Banyak komponen alternatifnya. Karburator bisa diganti punya King, bohlam lampu punya vespa. Klakson, sy ganti punya mercedes. Bagaimana kelemahannya? Kapasitas mesin kecil 125 cc. Ini mah semua orang tau. Tapi, rasio transmisinya lumayan baik untuk tarikan, walaupun untuk top speed kalah sama spin kaya peluru larinya. So, sebaiknya di modif touring aspek kenyamanan yang utama, bukan speed. Tapi, thunder sepertinya dirancang untuk RPM tinggi agar bisa lari lebih kencang. RPM tinggi berarti kerja mesin lebih berat, efeknya panas dan dapat dilihat, sirip thunder panjang-panjang dibanding motor lain. Tapi sy sih ga pernah make RPM > 5 di atas 60 km/jam, karena selain getarannya terasa banget apalagi ga diservis-servis ya .. boros. Ga ada engkol. Tapi itu kan versi yang lama. Untuk versi berikutnya ternyata ada engkol walaupun kata temen sy yg punya, tidak pernah dipake. Tetapi tetap saja harga jual untuk yang ga ada engkolnya turun deh. Harga jual jatuh. Walaupun masih di atas king, tetap saja harga jual thunder khusus yang ga ada engkol jatuh terjun bebas. Untungnya belom ada peraturan pemerintah yang melarang orang beli motor bekas. Butuh perawatan kelistrikan. Saya sudah ganti spul dinamo yang tugasnya ngisi aki dan kiprok regulator yang ngatur arus bolak-balik dari dinamo menjadi arus searah ke aki. Waktu itu gara-gara ga pernah ngecek air aki, aki jadi rusak. Kiprok ikut rusak gara-gara akinya saya ganti aki kering. Akhirnya saya balik ke aki basah lagi o iya, aki thunder 125 kapasitasnya di atas aki tiger lho – 8ah. Body bagian plastik mudah retak karena benturan. Tapi jangan takut, bisa di-replace. Sy sudah ganti tutup kiri untuk angin, abis 50 ribu, dan bagian belakang sudah retak gara-gara dudukan box bawaan. Akhirnya sy dateng ke las khusus motor di deket saya ada khusus las tiger jadi kokoh sekarang abis 150 ribu. Walaupun harus ijin kantor karena datengnya hari biasa soalnya hari minggu/libur ga kebagian, maklum, khusus tiger coy. Navigasi pos
GM3k4t. und89n3tfh.pages.dev/178und89n3tfh.pages.dev/472und89n3tfh.pages.dev/388und89n3tfh.pages.dev/311und89n3tfh.pages.dev/14und89n3tfh.pages.dev/467und89n3tfh.pages.dev/112und89n3tfh.pages.dev/136
perbedaan cdi thunder 125 lama dan baru